Senin, 22 November 2010

Bab 6 Sistem Informasi Manajemen

Bab 6 Alat input (masukkan) dan output (keluaran) pada komputer


(sumber : google.co.id, wikipedia.com akses tgl 22/11/2010 pukul 18:05)

Bab 5 Sistem Informasi Manajemen


Bab 5

Siklus Hidup Sistemm, yaitu :

Bab 4 Sistem Informasi Manajemen


Bab 4


Jenis - jenis model sistem umum pada suatu perusahaan, yaitu :

1.  Model Naratif, yaitu model yang penggambarannya dilakukan secara lisan maupun tulisan deskriptif.
2.  Model Matematika, yaitu model yang menangani hubungan-hubungan yang berdimensi lebih banyak.
3.  Model Grafik, yaitu model yang penggambarannya menggunakan sejumlah garis, ataupun simbol-simbol yang ditentukan.
4.  Model Fisik, yaitu model yang penggambarannya secara tiga dimensi atau nyata.

Contoh penggunaan model sistem umum

Pasar swalayan atau departemen store, Arus barang yang dijual, mengalir kepada manajer toko, pegawai, maupun kasir. Dan kemudian keluar masukknya uangnya itu yang paling utama, disediakan oleh konsumen dan pengeluaran kepada agen atau pemasok barang, pegawai serta pemilik pasar swalayan atau departemen store.

Pengambilan Keputusan ada 6 tahapan, yaitu :

mengidentifikasi masalah (identifiying problems) 
memikirkan solusi yang mungkin (thinking of possible solutions) 
memutuskan solusi terbaik (deciding on the best solution) 
berkomunikasi (communicating) 
melaksanakan (implement) 
mengevaluasi (evaluate)








Sabtu, 06 November 2010

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

BAB I

Sistem informasi manajemen (SIM) bukan sistem informasi keseluruhan, karena tidak semua informasi di dalam organisasi dapat dimasukkan secara lengkap ke dalam sebuah sistem yang otomatis. Aspek utama dari sistem informasi akan selalu ada di luar sistem komputer.

Pengembangan SIM canggih berbasis komputer memerlukan sejumlah orang yang berketrampilan tinggi dan berpengalaman lama dan memerlukan partisipasi dari para manajer organisasi. Banyak organisasi yang gagal membangun SIM karena :
1. Kurang organisasi yang wajar
2. Kurangnya perencanaan yang memadai
3. Kurang personil yang handal
4. Kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat.
SIM yang baik adalah SIM yang mampu menyeimbangkan biaya dan manfaat yang akan diperoleh artinya SIM akan menghemat biaya, meningkatkan pendapatan serta tak terukur yang muncul dari informasi yang sangat bermanfaat.

Organisasi harus menyadari apabila mereka cukup realistis dalam keinginan mereka, cermat dalam merancang dan menerapkan SIM agar sesuai keinginan serta wajar dalam menentukan batas biaya dari titik manfaat yang akan diperoleh, maka SIM yang dihasilkan akan memberikan keuntungan dan uang.

Secara teoritis komputer bukan prasyarat mutlak bagi sebuah SIM, namun dalam praktek SIM yang baik tidak akan ada tanpa bantuan kemampuan pemrosesan komputer. Prinsip utama perancangan SIM : SIM harus dijalin secara teliti agar mampu melayani tugas utama.

Tujuan sistem informasi manajemen adalah memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam subunit organisasional perusahaan. SIM menyediakan informasi bagi pemakai dalam bentuk laporan dan output dari berbagai simulasi model matematika.


A.DEFINISI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)

Sistem informasi Manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.

Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya. Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang terjadi di masa lalu, apa yang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus dan ouput dari model matematika. Output informasi digunakan oleh manajer maupun non manajer dalam perusahaan saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah.

Perancangan, penerapan dan pengoperasian SIM adalah mahal dan sulit. Upaya ini dan biaya yang diperlukan harus ditimbang-timbang. Ada beberapa faktor yang membuat SIM menjadi semakin diperlukan, antara lain bahwa manajer harus berhadapan dengan lingkungan bisnis yang semakin rumit. Salah satu alasan dari kerumitan ini adalah semakin meningkatnya dengan muncunya peraturan dari pemerintah.

Lingkungan bisnis bukan hanya rumit tetapi juga dinamis. Oleh sebab itu manajer harus membuat keputusan dengan cepat terutama dengan munculnya masalah manajemen dengan munculnya pemecahan yang memadai.


B.UNSUR-UNSUR SISTEM INFORMASI SEDERHANA

Semua sistem informasi mempunyai tiga kegiatan utama, yaitu menerima data sebagai masukan (input), kemudian memprosesnya dengan melakukan penghitungan, penggabungan unsur data, pemutakhiran dan lain-lain, akhirnya memperoleh informasi sebagai keluarannya (output).

DATA : fakta-fakta atau sesuatu yang dianggap (belum mempunyai arti)
INFORMASI : data yang telah diproses atau data yang memiliki arti.
Perubahan data menjadi informasi dilakukan oleh pengolah informasi. Pengolah informasi dapat meliputi elemen-elemen komputer, non-komputer atau kombinasi keduanya.


C.SISTEM INFORMASI UNTUK MANAJER

Informasi yang diberikan kepada manajer digunakan untuk mengendalikan operasi, strategi, perencanaan jangka panjang & pendek, pengendalian manajemen dan pemecahan masalah khusus.

Dalam sistem yang dikomputerisasikan, program secara terus-menerus memantau transaksi pemasukan yang diproses atau yang baru di proses guna pengindetifikasian dan secara otomatis melaporkan lingkungan perkecualian yang memperoleh perhatian manajemen.

Semakin tinggi lapisan manajemen akan semakin cenderung menggunakan informasi yang berasal dari luar untuk tujuan pengendalian manajemen. Perbandingan kinerja organisasi dengan statistika ringkasan dari pesaing atau industri rata-rata jelas sangat penting artinya.


D. SISTEM INFORMASI INTELIJEN

Sistem informasi intelijen secara otomatis bertugas mencari dan menganalisis informasi tentang lingkungan sosial, politik, hukum, peraturan perundangan dan ekonomi dari satu atau lebih negara disamping juga tentang kesehatan dan prospek masa depan industri dimana perusahaan bersangkutan merupakan bagian didalamnya serta juga tentang pesaingnya.
Sistem informasi intelijen akan memberikan informasi perencanaan yang para manajer tidak menerima dari sumber lain.
Sumber informasi intelijen :
1. Lembaga pemerintah.
2. Asosiasi perdagangan industri
3. Perusahaan riset pasar swasta
4. Media massa
5. Kajian khusus yang dilakukan organisasi

Informasi yang diperoleh akan digunakan untuk memahami strategi pesaing, pergeseran halus dalam selera konsumen.
Unsur pokok dalam informasi intelijen :
1. Profil keperluan informasi dari manajer
2. Sistem penggalian informasi manajemen
3. Sistem pengkodean dan penyimpanan.
4. Sistem analisis data
5. Kajian khusus
6. Sistem pelaporan
7. Pedoman penghapusan data.

Sistem intelijen dapat memberikan banyak keuntungan bagi suatu perusahaan atau lembaga. Sekarang ini tidak hanya perusahaan besar yang memiliki sistem intelijen banyak perusahaan kecil yang juga mempunyai.


E.INTEGRASI SISTEM INFORMASI

Integrasi : adanya saling keterkaitan antar sub sistem sehingga data dari satu sistem secara rutin dapat melintas, menuju atau diambil oleh satu atau lebih sistem yang lain.

Pengintegrasian sistem informasi merupakan salah satu konsep kunci dari SIM. Berbagai sistem dapat saling berhubungan satu sama lain dengan berbagai cara yang sesuai keperluannya.

Integrasi sistem informasi dapat bersifat hirarkis yaitu pada tingkat transaksi akan memberikan masukan data kepada sistem tingkat manajerial atau sering pula dalam arah sebaliknya. Interaksi hirarkis adalah paling banyak diidentifikasikan dan diitegrasikan karena manajer mengetahui bahwa informasi harus diringkaskan menurut jalur hirarki disamping sistem yang bersangkutan ada di bawah satu garis komando dan karena manajer dalam bidang fungsional akan lebih banyak mengetahui data apa yang ada dalam sistemnya.
Keuntungan dari integrasi :
1. Membaiknya arus informasi di dalam sebuah organisasi.
2. Mendorong manajer untuk membagikan informasi yang dihasilkan oleh departemennya agar secara rutin mengalir ke sistem yang lain yang memerlukan.


F.EVOLUSI SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

A. Fokus awal pada data
Selama paruh pertama abad 20, perusahaan pada umumnya mengabaikan kebutuha n informasi para manajer. Pada fase ini penggunaan komputer hanya terbatas pada aplikasi akuntansi.
Nama aplikasi akuntasnsi berbasis komputer pada awalnya adalah pengolahan data elektronik (EDP) kemudian berubah menjadi Data prosesing (DP) dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) .

B. Fokus baru pada informasi
Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung yang mempengaruhi cara penggunaan komputer. Konsep penggunaan komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan baru tsb. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Konsep ini segera diterima oleh perusahaan besar.

C. Fokus revisi pada pendukung keputusan.
Sistem pendukung keputusan (Decision support system)
= sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer dan keputusan yang harus dibuat manajer.
Manajer tsb. Berada di bagian manapun dalam organisasi pada tingkat manapun dan dalam area bisnis apapun. DSS dimaksudkan untuk mendukung kerja satu manajer secara khusus.
Spesifikasi DSS :
1. Berfokus pada proses keputusan daripada proses transaksi
2. Dirancang dengan mudah, sederhana, dapat diterapkan dengan cepat dan mudah diubah.
3. Dirancang dan dioperasikan oleh manajer
4. Mampu memberikan informasi yang berguna bagi analisis kegiatan manajerial.
5. Berkaitan dengan hanya bagian kecil dari masalah besar
6. Memiliki logika yang serupa dengan cara manajer menganilis situasi yang sama.
7. Memiliki basis data berisi informasi yang disarikan dari file dan informasi lain organisasi yang berasal dari lingkungan eksternal.
8. Memungkinkan manajer untuk menguji hasil yang mungkin dari serangkaian alternatif.

D. Fokus pada Komunikasi
Pada waktu DSS berkembang , perhatian juga difokuskan pada otomatisasi kantor (office automation/OA) OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat elektronik.
OA telah berkembang meliputi beragam aplikasi seperti konferensi jarak jauh, voice mail, e-mail, electronik calendaring, facsimile transmission.

E. Fokus potensial pada konsultasi
Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

G.KEMAMPUAN SEBUAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Pengetahuan tentang potensi kemampuan sistem informasi yang dikomputerisasi akan memungkinkan seorang manajer secara sistematis menganalisis masing-masing tugas organisasi dan menyesuaikannya dengan kemampuan komputer.

SIM secara khusus memiliki beberapa kemampuan teknis sesuai yang direncanakan baginya. Secara kolektif kemampuan ini menyangkal pernyataan bahwa komputer hanyalah mesin penjumlah atau kalkulator yang berkapasitas tinggi, sebenarnya komputer tidak dapat mengerjakan sesuatu ia hanya mengerjakan lebih cepat. Sistem informasi komputer dapat memiliki sejumlah kemampuan jauh diatas sistem non komputer. Dan kemampuan ini telah merevolusikan proses manajemen yang menggunakan informasi yang dihasilkan oleh sistem yang telah ada. Beberapa kemampuan teknis terpenting dalam sistem komputer :
1. Pemrosesan data batch
2. Pemrosesan data tunggal
3. Pemrosesan on-line, real time
4. Komunikasi data dan switching pesan
5. Pemasukan data jarak jauh dan up date file
6. Pencarian records dan analisis
7. Pencarian file
8. Algoritme dan model keputusan
9. Otomatisasi kantor.

H.KEMAMPUAN PELAPORAN
Semua sistem informasi memiliki kemampuan pelaporan dan laporan harus dirancang agar sesuai dengan bentuk tertentu.
Prinsip pelaporan :
1. Laporan harus menonjolkan informasi terpenting
2. Harus seringkas mungkin
3. Harus disediakan dukungan
4. Sistem pelaporan manajemen biasanya dalam transisi
5. Setiap laporan harus berformat keputusan
6. Terstruktur untuk melaporkan suatu kinerja
Jenis-jenis laporan :
1. Laporan periodik
Laporan yang secara rutin dikerjakan
2. Laporan indikator kunci
Merupakan variasi laporan periodik, laporan ini secara khusus memberikan beberapa statistik kritis kegiatan operasi harian kepada manajer.
3. Laporan siap panggil
Jenis laporan yang ditetapkan oleh manajer agar tersedia sebelum berakhirnya satu periode, mungkin karena masalah operasi yang tidak diharapkan atau adanya ancaman.
4. Laporan khusus
Laporan ini sering disebut juga laporan ad-hoc adalah jenis laporan lain dari jenois laporan tidak terjadwal yang dapat diminta oleh manajer.
5. Laporan perkecualian
Yaitu laporan yang berisi hanya informasi yang dibutuhkan oleh manajer.

I.INTERFACE ANTARA MANAJER DAN MESIN.
= titik kontak dimana sistem komputer memberikan informasi kepada manajer atau dimana manajer memberikan data kepada sistem komputer.
Bentuk komunikasi antara manajer dan komputer :
1. Pengembangan program komputer
2. Dialog atau menyelami file
3. Mengakses data
4. Memasukkan input.


RINGKASAN
1. Seiring dengan perkembangan lingkungan bisnis yang rumit dan lingkungan yang dinamis tuntutan terhadap keberadaan Sistem informasi manajemen adalah menjadi kebutuhan.
2. Sistem informasi manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi secara rasional dan yang mentransformasikan data menjadi informasi dengan berbagai cara sehingga dapat meningkatkan produktifitas selain juga harus disesuaikan dengan gaya dan watak para manajernya.
3. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab gagalnya membangun SIM, antara lain :
• Kurang organisasi yang wajar
• Kurangnya perencanaan yang memadai
• Kurang personil yang handal
• Kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat.
4. Kemampuan teknis sistem komputer :
• Pemrosesan data batch
• Pemrosesan data tunggal
• Pemrosesan on-line, real time
• Komunikasi data dan switching pesan
• Pemasukan data jarak jauh dan up date file
• Pencarian records dan analisis
• Pencarian file
• Algoritme dan model keputusan
• Otomatisasi kantor.














BAB II

EVOLUSI SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER


A. Fokus awal pada data
Selama paruh pertama abad 20, perusahaan pada umumnya mengabaikan kebutuha n informasi para manajer. Pada fase ini penggunaan komputer hanya terbatas pada aplikasi akuntansi.
Nama aplikasi akuntasnsi berbasis komputer pada awalnya adalah pengolahan data elektronik (EDP) kemudian berubah menjadi Data prosesing (DP) dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) .

B. Fokus baru pada informasi
Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung yang mempengaruhi cara penggunaan komputer. Konsep penggunaan komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan baru tsb. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Konsep ini segera diterima oleh perusahaan besar.

C. Fokus revisi pada pendukung keputusan.
Sistem pendukung keputusan (Decision support system)
= sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer dan keputusan yang harus dibuat manajer.
Manajer tsb. Berada di bagian manapun dalam organisasi pada tingkat manapun dan dalam area bisnis apapun. DSS dimaksudkan untuk mendukung kerja satu manajer secara khusus.

Spesifikasi DSS :
1. Berfokus pada proses keputusan daripada proses transaksi
2. Dirancang dengan mudah, sederhana, dapat diterapkan dengan cepat dan mudah diubah.
3. Dirancang dan dioperasikan oleh manajer
4. Mampu memberikan informasi yang berguna bagi analisis kegiatan manajerial.
5. Berkaitan dengan hanya bagian kecil dari masalah besar
6. Memiliki logika yang serupa dengan cara manajer menganilis situasi yang sama.
7. Memiliki basis data berisi informasi yang disarikan dari file dan informasi lain organisasi yang berasal dari lingkungan eksternal.
8. Memungkinkan manajer untuk menguji hasil yang mungkin dari serangkaian alternatif.

D. Fokus pada Komunikasi
Pada waktu DSS berkembang , perhatian juga difokuskan pada otomatisasi kantor (office automation/OA) OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat elektronik.
OA telah berkembang meliputi beragam aplikasi seperti konferensi jarak jauh, voice mail, e-mail, electronik calendaring, facsimile transmission.

E. Fokus potensial pada konsultasi
Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence).


Strategi Menuju Keunggulan Kompetitif

– Strategi biaya, yakni menjadikan produsen dengan biaya yang rendah, memberikan harga yang lebih murah terhadap pelanggan, menurunkan biaya dari pemasok, atau meningkatkan biaya pesaing untuk tetap bertahan di industri
– Strategi diferensiasi, yakni mengembangkan cara-cara untuk membedakan produk/jasa yang dihasilkan perusahaan terhadap pesaing sehingga pelanggan menggunakan produk/jasa karena adanya manfaat atau fitur yang unik
– Strategi inovasi, yakni memperkenalkan produk/jasa yang unik, atau membuat perubahan yang radikal dalam proses bisnis yang menyebabkan perubahan-perubahan yang mendasar dalam pengelolaan bisnis.
– Strategi pertumbuhan, yakni dengan mengembangkan kapasitas produksi secara signifikan, melakukan ekspansi ke dalam pemasaran global, melakukan diversifikasi produk/jasa baru, atau mengintegrasikan ke dalam produk/jasa yang terkait.
– Strategi aliansi, yakni membentuk hubungan dan aliansi bisnis yang baru dengan pelanggan, pemasok, pesaing, konsultan dan lain-lain.




BAB III

Peranan Sistem Informasi
(Alter, 1992)

– Berpartisipasi dalam pelaksanaan tugas-tugas Otomasi
– Mengaitkan perencanaan, pengerjaan, dan pengendali dalam sebuah subsistem
– Mengkoordinasikan subsistem-subsistem
– Mengintegrasikan subsistem-subsistem.


Etika IT di Perusahaan

Sangat penting penerapan etika dalam penggunaan teknologi informasi (information technology/IT) di perusahaan. Etika tersebut akan mengantarkan keberhasilan perusahaan dalam proses pengambilan keputusan manajemen. Kegagalanpada penyajian informasi akan berakibat resiko kegagalan pada perusahaan. Penerapan etika teknologi informasi dalam perusahaan harus dimulai dari dukungan pihak top manajemen terutama pada Chief Information Officer (CIO). Kekuatan yang dimiliki CIO dalam menerapkan etika IT pada perusahaannya sangat dipengaruhi akan kesadaran hukum, budaya etika, dan kode etik profesional oleh CIO itu sendiri.
Tindakan untuk mencapai operasi komputer yang etis dalam sebuah perusahaan menurut Donn Parker SRI International, menyarankan agar CIO mengikuti rencana sepuluh langkah dalam mengelompokkan perilaku dan menekankan standart etika berupa:

1. Formulasikan suatu kode perilaku.
2. Tetapkan aturan prosedur yang berkaitan dengan masalah-maslah seperti penggunaan jasa komputer untuk pribadi dan hak milik atas program dan data komputer.
3. Jelaskan sanksi yang akan diambil terhadap pelanggar, seperti teguran, penghentian, dan tuntutan.
4. Kenali perilaku etis.
5. Fokuskan perhatian pada etika secara terprogram seperti pelatihan dan bacaan yang disyaratkan.
6. Promosikan undang-undang kejahatan komputer pada karyawan. Simpan suatu catatan formal yang menetapkan pertanggungjawaban tiap spesialis informasi untuk semua tindakan, dan kurangi godaan untuk melanggar dengan program-program seperti audit etika.
7. Mendorong penggunaan program-program rehabilitasi yang memperlakukan pelanggar etika dengan cara yang sama seperti perusahaan mempedulikan pemulihan bagi alkoholik atau penyalahgunaan obat bius.


Konsep Dasar Manajemen Kualitas yaitu :

1. Fokus kepada pelanggan (Customer Focus)
2. Peningkatan berkesinambungan dengan berbasis fakta (Continuous Improvement Based on Facts) – yang diambil konsep Kaizen dan siklus PDCA (Plan Do Check Action)
3. Partisipasi Menyeluruh dari semua tingkatan SDM (Total Participation).

-thank you-

Jumat, 21 Mei 2010

Pengantar : Pengertian Bank

UU No 10 tahun 1998 Bank adalah Lembaga keuangan yang kegiatannya mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit beserta jasa bank dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Pengertian Lembaga Keuangan
Lembaga keuangan adalah Perusahaan yang bergerak dibidang keuangan yang kegiatannya hanya mengumpulkan dana dari masyarakat atau hanya menyalurkan saja atau mengumpulkan dan menyalurkan dana kepada masyarakat.

Fungsi Bank
- Menciptakan uang,
- Mengedarkan uang,
- Menyediakan uang untuk kegiatan usaha,
- Tempat penyimpanan uang,
- Tempat berinvestasi dan jasa keuangan lainnya.




Jenis Bank Menurut Fungsinya
- Bank Sentral,
- Bank Umum,
- Bank Perkreditan Rakyat.

Bank Sentral adalah Bank yang megelola dunia perbankan dan dunia keuangan di suatu negara. Contoh : Bank Indonesia.

Bank Umum adalah Bank yang melayani jasa perbankan dari segenap lapisan mayarakat baik perorangan maupun lembaga. Contoh : Bank Nasional Indonesia, Bank Central Asia, dll.

Bank Perkreditan Rakyat adalah Bank yang khusus melayani masyarakat kecil di kecamatan maupun di pedesaan. Contoh : Bank Desa, Bank Pegawai, dll.

Kamis, 20 Mei 2010

Pengantar : Asal Mula Kegiatan Perbankan

Pada awalnya diketahui sistem moneter saat uang dibuat dari kepingan logam mulia. Contoh : emas dan perak. Dengan jaminan emas dan perak tersebut. Demikian pula dengan nilai uang yang terdapat dari beratnya logam mulia tersebut. Sistem moneter dalam dunia perdagangan adalah cikal bakal dari lembaga keuangan.

Dalam sejarah perbankan, tercatat asal mula kegiatan perbankan terjadi di zaman kerajaan daratan eropa. Kemudian berkembang ke Asia, Amerika, Afrika melalui perdagangan saat bangsa eropa melakukan penjajahan.

Penukaran uang adalah kegiatan perbankan yang pertama. Maka dari itu, bank dikenal sebagai tempat penukaran uang. Penukaran dilakukan antar pedagang dengan kerajaan yang satu dan kerajaan yang lain. Kegiatan penukaran uang sampai sekarang dikenal dengan istilah perdagangan Valuta Asing.

Kegiatan perbankan kemudian berkembang menjadi tempat penitipan uang, peminjaman uang (kredit), jasa pengiriman uang, penagihan surat berharga, letter of credit, jasa bank garansi, jasa kartu kredit, dll.

Sejarah Perbankan di Indonesia

Dimulai sejak zaman penjajahan Hindi-Belanda. Beberapa bank milik Hindia-Belanda kemudian di nasionalisasikan oleh pemerintah. Beberapa diantaranya yaitu :
- Bank Surakarta MAI (Maskapai Adil Makmur),
- Bank Dagang Nasional Indonesia,
- Bank Gemari sekarang dikenal sebagai Bank Central Asia.
- Dll.

Arsitektur Perbankan di Indoinesia

Pada tahun 2004 Bank Indonesia mulia menetapkan Arsitektur Perbankan Indonesia (API) adalah suatu kerangka dasar pengembangan sistem perbankan indonesia yang bersifat menyeluruh dalam jangka waktu 5 sampai 10 tahun ke depan. API bertujuan memberikan arah, bentuk, dan tatanan industri perbankan di Indonesia. Visi dari API ialah menciptakan sistem perbankan yang sehat kuat dan efisien, menciptakan kestabilan sistem keuangan, mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Program API berkaitan dengan peningkatan kinerja perbankanmelalui penerapan standar Good Coorporate Governance.


Sasaran (Pilar) yang ingin di capai sesuai visi API yaitu :

- Struktur perbankan domestik yang sehat, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendorong pembangunan ekonomi nasional,
- Sistem pengaturan dan pengawasan bank yang efektif sesuai standar internasional,
- Berdaya saing tinggi dan memiliki ketahanan terhadap resiko,
- Infrastruktur yang lengkap dalam perlindungan konsumen.

Kelemahan API

- Pertumbuhan kredit perbankan masih rendah,
- Struktur perbankan yang belum optimal,
- Kurangnya pemenuhan layanan perbankan,
- Pengawasan bank harus ditingkatkan,
- Kapabilitas perbankan lemah,
- Profitabilitas dan efisiensi bank yang belum konsisten,
- Kurangnya perlindungan nasabah.
- Perkembangan teknologi.

Manajemen : Likiudasi Bank

Likuidasi Bank adalah masalah yang sangat penting berkaitan dengan kepercayaan masyarakat, nasabah, pemerintah. Dengan mendahulukan kepentingan likuiditas bank, maka keuntungan yang diperoleh bank akan berkurang. Karena bank menggunakan dana yang seharusnya dipinjamkan untuk mempertahankan likuiditas bank yang tinggi.


Penglolaan Likuiditas Bank

>Asset Management adalah Pengelolaan kekayaan yang digunakan untuk alokasi investasi.

Likuiditas bank ditentukan oleh pemerintah melalui Bank Indonesia. Bank-bank diwajibkan membuat laporan secara rutin maupun berkala mengenai aktivitasnya. Penilaian Bank Indonesia dilakukan dalam satu periode tertentu. Bank Indonesia dapat menyarankan bank-bank untuk melakukan perbaikan dalam hal merubah manajemen, melakukan merger, konsolidasi, akuisisi, atau bahkan dilikuidasi.

Tingkat Kesehatan Bank

Secara kualitatif dapat dilihat dari pengelolannya, pemiliknya, sejarahnya.
Secara kuantitatif dapat dilihat dari skor rasio likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan loan deposito rasio.


Penilaian meliputi aspek :
- Permodalan (Capital),
- Kekayaan (Asset),
- Kualitas manajemen (Manajerial),
- Penigkatan keuntungan (Earning),
- Likuiditas (Liquidity).



Skor Kredit Predikat
0-50 Tidak Sehat
51-65 Kurang Sehat
66-80 Cukup Sehat
81-100 Sehat

Manajemen : Sistem moneter di Indonesia

Pelaku pasar uang yaitu :

- Otoritas moneter (Bank sentral dan Pemerintah),

- Lembaga keuangan,

- Masyarakat.

Otoritas moneter adalah Sumber awal terciptanya uang beredar. Sumber penawaran uang kartal yang menjadi sumber untuk memenuhi permintaan masyarakat akan uang. Sumber penawaran uang yang dibutuhkan oleh lembaga keuangan.

Instrumen Moneter Bank Indonesia

- Cash Ratio

- Discount Rate

- Open Market Operation

- Refinancing facility

- Credit Allocation

- Foreign Exchange Rate

Kebijakan Moneter

Adalah tindakan yang dilakukan oleh penguasa moneter untuk mempengaruhi jumlah uamg beredar dan tingkat kredit yang nantinya akan mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat. Bank Indonesia sebagai salah satu otorita moneter dapat melakukan kebijakan moneter berupa :

1. Instrumen umum :

- Politik pasar terbuka

- Politik cadangan minimum

- Politik diskonto.

2. Instrumen selektif :

- Margin requirements

- Penentuan tingkat bunga

3. Instrumen Moral Suasion.

Dewan Moneter

Terdiri atas 3 orang anggota yaitu mentri bidang keuangan dan perekonomian serta gubernur bank Indonesia. Dewan Moneter diketuai oleh Mentri Keuangan.